Basarnas Kerahkan 6 Penyelam Evakuasi Kru MI-17V5

Basarnas mengerahkan enam penyelam untuk mendukung evakuasi kru helikopter MI-17V5 TNI Angkatan Darat yang jatuh di Seruyan, Kalimantan Tengah. Pesawat itu mengalami kecelakaan di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, ketika menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan. Enam personel dari Kantor SAR Palangka Raya diberangkatkan menuju lokasi, lalu bergabung dengan tim evakuasi TNI AD. Pengerahan tersebut memperkuat upaya pencarian dan penyelamatan setelah helikopter jatuh saat mendukung operasi water bombing di kawasan setempat.

Deputi Operasi Basarnas Edy Prakoso menyebut seluruh penyelam telah bergerak dari Palangka Raya untuk membantu penanganan bersama personel TNI AD.

“Tim sudah berangkat kemungkinan sekarang sudah di lokasi, ada enam penyelam sudah kita kerahkan,” ujar Edy.

Ia menjelaskan, pada Rabu, 4 November 2026, para personel terlatih membantu pencarian sekaligus evakuasi di perairan bersama tim TNI AD.

Evakuasi Kru Didukung Penyelam Terlatih

Edy mengatakan, Basarnas lebih dahulu mengoptimalkan penyelam Kantor SAR Palangka Raya sebelum mempertimbangkan dukungan tambahan dari satuan khusus pusat. Di Jakarta, Basarnas Special Group atau BSG turut disiagakan agar dapat bergerak sewaktu-waktu apabila kebutuhan operasi meningkat. Skema tersebut memberi ruang penguatan personel, terutama apabila tim lapangan memerlukan tambahan penyelam untuk menjangkau area pencarian. Kesiapan BSG memperluas opsi dukungan, sementara pengerahan awal tetap bertumpu pada unsur SAR Palangka Raya bersama TNI AD.

Pengerahan Personel Dilakukan Bertahap

Basarnas mengutamakan sumber daya terdekat untuk mempercepat koordinasi, sembari menjaga opsi mobilisasi personel tambahan dari Jakarta. Pendekatan bertahap itu menyesuaikan kebutuhan operasi dengan ketersediaan penyelam terlatih yang telah disiapkan masing-masing satuan. Koordinasi lintas unsur menjadi penting karena proses evakuasi berlangsung di perairan dan melibatkan tim dari institusi berbeda.

Kronologi Kecelakaan Helikopter MI-17V5

Siaran resmi TNI AD menyebut helikopter MI-17V5 milik Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad) jatuh sekitar pukul 11.18 WIB. Helikopter tersebut bertolak dari Kuala Pembuang pada pukul 09.55 WIB untuk mendukung pemadaman karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting. Dalam misi tersebut, awak helikopter mengambil air di perairan Desa Sungai Perlu guna memasok operasi pemadaman melalui metode water bombing. Namun, pesawat mengalami kendala saat terbang ketika menjalankan pengambilan air, sebelum akhirnya jatuh ke sungai.

Kronologi Menjadi Dasar Evakuasi Kru

Rangkaian kejadian tersebut kini menjadi dasar koordinasi evakuasi kru, setelah helikopter mengalami kecelakaan ketika menjalankan misi pemadaman. TNI AD kemudian mengerahkan personel untuk membantu penanganan dan mengevakuasi para awak melalui dukungan jalur udara. Basarnas memperkuat operasi dari sisi pencarian perairan, dengan menempatkan penyelam sebagai unsur pendukung bersama tim militer.

Koordinasi Tim Gabungan Menjadi Penentu

Penanganan melibatkan beberapa unsur, sehingga pertukaran informasi dan pembagian peran diperlukan selama operasi berlangsung di lokasi. Keberadaan penyelam terlatih memberi dukungan khusus bagi pencarian di perairan, berbeda dari evakuasi yang dilakukan melalui udara. Kebutuhan personel tambahan tetap dipantau, sementara BSG Jakarta berada dalam kesiagaan untuk kemungkinan pengerahan lanjutan.

Satu Kru Meninggal, Lima Lainnya Selamat

Informasi yang disampaikan menyebut satu kru ditemukan meninggal dunia setelah helikopter jatuh di perairan Seruyan. Jenazah korban telah dibawa ke Rumah Sakit Kuala Pembuang untuk penanganan lebih lanjut setelah proses penemuan. Sementara itu, lima kru lainnya berhasil diselamatkan dan menjalani perawatan di rumah sakit yang sama. Informasi itu merangkum kondisi awak yang telah ditemukan, diselamatkan, dan dibawa menuju fasilitas kesehatan setempat.

Operasi tersebut mempertemukan kemampuan pencarian bawah air Basarnas dengan dukungan personel TNI AD dalam penanganan kecelakaan. Prioritas tim mencakup penelusuran perairan, evakuasi awak, serta penanganan korban yang telah ditemukan di lokasi. Basarnas dan TNI AD mengerahkan unsur masing-masing untuk mendukung penanganan kecelakaan helikopter di wilayah Seruyan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *