Pemerintah, melalui Kementerian Sosial (Kemensos), mengambil langkah proaktif dan strategis dalam upaya untuk mendata siswa yang bersekolah di Sekolah Rakyat. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari program pemerintah untuk memastikan bahwa seluruh anak mendapatkan akses pendidikan yang layak diseluruh wilayah.
Kementerian Sosial akan melakukan penyisiran secara menyeluruh di berbagai kawasan pasar hingga perempatan jalan yang ada di Jakarta serta daerah sekitarnya. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menjaring anak-anak yang terlantar dan putus sekolah, sehingga mereka diberikan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan kembali.
“Kami melakukan penjangkauan lewat langkah proaktif dengan mendatangi titik-titik seperti perempatan jalan dan pasar. Kami mencari anak-anak usia sekolah yang seharusnya belajar, namun justru mengamen atau bekerja membantu orang tuanya,” kata Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf selepas dialog bersama calon siswa Sekolah Rakyat di Kompleks Lembaga Administrasi Negara (LAN), Jakarta
Mensos menjelaskan penjangkauan langsung ke pusat-pusat keramaian di Jakarta dan sekitarnya, merupakan salah satu cara yang dilakukan tim petugas dari Kemensos bersama mitra strategis seperti BPS dan Dinas Sosial dalam beberapa waktu ke depan.
Sistem Pendataan yang Merata
Tim petugas tersebut juga akan secara aktif mendatangi rumah-rumah dari anak-anak yang keluarganya termasuk dalam kategori miskin dan telah terdaftar. Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) memastikan bantuan tepat sasaran dan berjalan dengan efektif.
“Ini adalah bagian dari atensi Bapak Presiden Prabowo agar anak-anak yang putus sekolah, belum sekolah, tidak sekolah, berpotensi putus sekolah bisa dijangkau lewat sekolah rakyat ini. Itu intinya,” ucap Mensos.
Kemensos menyampaikan sementara ini sudah menjangkau 77 anak yang memenuhi kriteria sebagai calon siswa Sekolah rakyat. Sebanyak 29 anak di antaranya ditemukan saat beraktivitas di jalanan. Puluhan anak tersebut masih menjalani proses verifikasi kelengkapan data untuk diantarkan menjadi siswa Sekolah Rakyat.
Proses yang Harus dipercepat
Mensos menyebut bahwa proses verifikasi dan penjangkauan ini ditargetkan untuk dapat rampung secepat mungkin agar hasilnya bisa segera dimanfaatkan oleh masyarakat. Juga agar anak-anak bisa mengikuti aktivitas belajar-mengajar pada tahun ajaran baru pada pertengahan Juli 2026.
“Ada 10 titik yang disiapkan untuk jadi Sekolah Rakyat di Jakarta dan sekitarnya yang akan menampung mereka,” ucap Mensos Saifullah Yusuf.
Pemerintah menyiapkan 10 titik Sekolah Rakyat rintisan yang memanfaatkan gedung milik instansi pemerintah di Jakarta dan daerah penyangga ibu kota. Gedung-gedung ini telah melalui proses penilaian dan dinyatakan layak oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk digunakan sebagai fasilitas pendidikan. Langkah ini adalah upaya strategis pemerintah untuk meningkatkan akses dan kualitas pendidikan dengan memanfaatkan sumber daya secara optimal.
Komposisi dari Sekolah Rakyat
Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak. Dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan terendah (Desil 1-4) dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Program ini dirancang sebagai model pengentasan kemiskinan terpadu karena memadukan berbagai program unggulan pemerintah, seperti Cek Kesehatan Gratis (CKG), Makan Bergizi Gratis (MBG), jaminan kesehatan PBI-JK, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, serta Program 3 Juta Rumah, bagi keluarga siswa penerima manfaat.
Kemensos sebagai penyelenggara teknis melaporkan sudah 166 titik Sekolah Rakyat rintisan yang tersebar di 38 provinsi, dengan kapasitas 15.900 siswa. Juga didukung 2.400 guru, serta lebih dari 4.000 tenaga kependidikan di jenjang SD, SMP, dan SMA atau sederajat. Selanjutnya, ada 101 Sekolah Rakyat permanen yang dibangun pemerintah tahun ini. Proyek itu menjadi bagian dari target besar pemerintah untuk membangun total 500 Sekolah Rakyat permanen hingga 2029.

Leave a Reply