Warga antusias menyambut transportasi umum dengan Ongkos Rp1 di DKI Jakarta dalam rangka peringatan Hari Transportasi Nasional, Jumat, 24 April 2026. Kebijakan ini sangat efektif karena membantu mengurangi pengeluaran harian yang dirasakan banyak orang. Dengan adanya kebijakan ini, pengeluaran rutin yang harus dibayar setiap hari menjadi lebih terkontrol dan tidak terlalu memberatkan.
Rifat, seorang pekerja yang rutin beraktivitas di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, mengaku sangat terbantu oleh kebijakan tersebut. Ia menyebutkan, dalam kondisi normal, biaya transportasi harian bisa mencapai Rp50 ribu dengan menggunakan kombinasi rute KRL, MRT, dan TransJakarta.
“Sangat membantu dan efisien untuk mobilitas. Ini benar-benar meringankan pengeluaran harian,” ujar Rifat, Jum’at, 24 April 2026.
Hal yang senada juga disampaikan oleh Nur Latifah. Warga dari Tangerang langsung memanfaatkan tarif murah ini untuk berkeliling dan menjelajahi berbagai tempat di Jakarta dengan lebih mudah.
Nur mengaku sangat tertarik untuk beralih dari penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi umum yang tersedia. Salah satu alasannya adalah biaya yang jauh lebih terjangkau dibandingkan menggunakan kendaraan pribadi. Selain itu, penggunaan transportasi umum juga dianggap lebih praktis dan efisien dalam mengelola pengeluaran sehari-hari.
“Rasanya enak sekali. Bisa janjian dengan teman dan berpindah rute dengan mudah, jadi jauh lebih hemat,” Ungkap Nur.
Tidak Ada Perbedaan Semua Ongkos Rp1

Nur juga mengapresiasi sistem transportasi terintegrasi di Jakarta yang menurutnya lebih maju, efisien, dan memadai dibandingkan sistem di daerah lain. Ia menilai bahwa sistem transportasi yang terintegrasi ini memudahkan dan membuat nyaman pengguna serta membantu mengurangi kemacetan di kota besar seperti Jakarta.
Ia menilai bahwa kemudahan akses serta konektivitas yang terjalin antar moda transportasi membuat proses mobilitas menjadi jauh lebih praktis dan efisien. Manfaat ini makin terasa dengan tarif promo yang berlaku merata, tanpa perbedaan atau diskriminasi berdasarkan domisili KTP pengguna.
Dongkrak Untuk Transportasi Publik
Kebijakan ini sejalan dengan target Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang ingin terus mendongkrak minat masyarakat untuk beralih ke transportasi publik.
Selain sebagai bentuk apresiasi yang tulus kepada seluruh pengguna setia, program ini juga dirancang secara khusus sebagai bagian dari upaya nyata dan terencana pemerintah daerah. Dalam rangka mengurangi tingkat kemacetan yang semakin parah serta menekan polusi udara yang semakin meningkat di ibu kota.
Warga mengatakan, transportasi umum dengan harga murah bisa jadi solusi utama untuk menjaga daya beli saat biaya hidup tinggi sekarang. Melihat manfaat besar bagi masyarakat, banyak yang berharap pemerintah memperluas jangkauan dan cakupan skema subsidi transportasi ini secara signifikan. Mereka juga ingin skema itu dipertahankan dan dijalankan berkelanjutan agar manfaatnya terus dirasakan semua pihak.

Leave a Reply