Ratusan buket bunga indah lengkap dengan surat berisi ucapan duka tertata rapi di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat. Karangan bunga ini menunjukkan rasa belasungkawa atas meninggalnya 16 penumpang KRL secara tragis di stasiun itu pada Senin malam, 27 April 2026. Ucapan duka ini menunjukkan solidaritas dan kesedihan dari masyarakat sekitar dan penumpang lain.
Buket Bunga indah dan penuh makna dibawa dengan penuh rasa hormat oleh para penumpang serta warga sekitar sebagai bentuk penghormatan. Untuk mengenang para korban yang meninggal dunia dalam peristiwa tragis tersebut.
Warga setempat berkumpul dan berdoa dengan sungguh-sungguh agar semua korban mendapat tempat terbaik dan kedamaian di sisi-Nya. Ida, salah satu warga, berharap semua korban diampuni dosa dan kesalahan mereka selama hidup.
“Biar diterima di sisi Allah, semoga diterima. Mereka pejuang keluarga. Saya melihat kereta saja stres, lihat saja dempet-dempetan susah masuk. Mereka pejuang, semoga diterima di sisi Allah, diampuni dosa-dosanya,” ujar Ida di Bekasi, Jumat, 1 Mei 2026.
Duka Mendalam Dari Keluarga Korban

Warga lain, Dudi, juga ikut berdoa dengan penuh harapan tulus untuk para korban yang terdampak bencana tersebut.
Dia sangat berharap para korban luka cepat sembuh dan bisa kembali menjalani hidup seperti biasa.”Kami semua sangat berharap agar tidak ada lagi korban baru yang bertambah. Bagi mereka yang saat ini menjalani perawatan di rumah sakit, semoga cepat pulih seperti sebelum kejadian ini, ujar Dudi.
Vera, seorang warga yang tinggal di Pondok Gede, datang mengunjungi Stasiun Bekasi Timur bersama anaknya yang setia menemaninya. Ia menjelaskan bahwa kehadirannya di lokasi tersebut merupakan bentuk nyata dari dukungan dan rasa simpati yang mendalam kepada keluarga yang sedang mengalami masa-masa sulit dan berduka cita. Vera berharap kehadirannya bisa memberikan sedikit penghiburan dan semangat bagi keluarga yang tengah menghadapi kehilangan.
“Sebagai dukungan moral saja kepada keluarga korban. Rela saja karena saya kebetulan pekerja dan menggunakan transportasi umum,” ujar Vera.
“Jadi hanya sekadar dukungan dan berharap keluarga yang ditinggalkan bisa kuat, terutama untuk anak, putra dan putrinya,” kata Vera.

Leave a Reply