Kekerasan Seksual di Tangerang: Wanita Dijebak Kenalannya

Seorang wanita berinisial D dari Cipondoh, Kota Tangerang, diduga menjadi korban pelecehan dan kekerasan seksual. Kejadian itu terjadi setelah korban dijebak oleh seorang pria yang dikenalnya. Pria itu mengajak korban memperbaiki sepeda motor sebagai alasan untuk melakukan tindakan tersebut.

Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota, AKBP Parikhesit, mengonfirmasi adanya laporan kasus tersebut. Saat ini, tim penyidik sedang melakukan penyelidikan lebih dalam untuk mencari fakta yang tepat dan memastikan kebenaran laporan itu.

“Masih pendalaman dan pengejaran (terhadap terduga pelaku),” singkat Parikhesit saat dikonfirmasi Metrotvnews.com, Sabtu, 2 Mei 2026.

Kronologi Kejadian dan Modus Pelaku

Peristiwa ini menjadi viral di akun Instagram @tangkot24jam yang membagikan kronologi lengkap dengan bukti foto, video, dan tangkapan layar yang menunjukkan interaksi antara pelaku dan korban. Dalam unggahan itu dijelaskan bahwa kejadian bermula saat korban berkumpul dengan delapan teman prianya di sebuah tempat di kawasan Cipondoh.

Saat itu, seorang pria bernama Ivan yang diduga pelaku mengajak korban pindah lokasi dengan alasan ingin memperbaiki sepeda motor di sebuah rumah untuk balapan. Korban tanpa curiga mengikuti ajakan itu dengan percaya.

Sesampainya di lokasi tujuan, korban diduga diajak oleh pelaku untuk membeli minuman beralkohol bersama. Setelah membeli, beberapa pria pulang sehingga yang tersisa hanya Ivan, korban, dan beberapa pria lainnya. Situasi menjadi lebih terbatas dengan hanya beberapa orang di tempat itu.

Dugaan Kekerasan Seksual dan Intimidasi Pelaku

Dalam kondisi yang sangat buruk, korban diduga dipaksa minum minuman beralkohol dalam jumlah banyak hingga kehilangan kesadaran. Korban baru sadar ada yang salah ketika bangun keesokan harinya sekitar pukul 07.00 WIB. Saat itu, korban terkejut karena tidak mengenakan pakaian sama sekali.

Dalam kondisi tubuh sangat lemas dan pusing akibat alkohol, korban diduga menjadi sasaran kekerasan seksual karena tidak mampu melawan. Setelah kejadian traumatis itu, korban berhasil meninggalkan tempat dengan perasaan trauma yang dalam dan emosional terguncang.

Keesokan harinya, saat korban mencoba menemui terduga pelaku untuk meminta pertanggungjawaban, Ivan malah bertindak agresif dan tidak terduga. Ia membawa senjata tajam dan mengancam keselamatan korban sebelum melarikan diri. Hingga kini, Ivan masih buron dan belum ditangkap polisi.

Karena mengalami intimidasi yang berat, korban akhirnya berani menceritakan kejadian itu kepada orang tuanya. Mendapat dukungan keluarga, mereka segera melaporkan kasus tersebut ke polisi. Selain itu, mereka juga melakukan visum untuk mendapatkan bukti yang diperlukan untuk proses hukum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *