Kementerian Perhubungan mengerahkan 3 armada kapal navigasi, guna mempercepat pencarian korban kmp Virgo Transport 8 di Laut Jawa. Operasi penyelamatan kemanusiaan telah memasuki hari ke-7, yang mana 126 orang penumpang masih dinyatakan hilang di perairan. Tim SAR gabungan menurunkan armada kapal KN Kunyit, KN Grantin P. 211, serta KN Miang Besar ke lokasi. Petugas menyisir area bangkai kapal tenggelam secara intensif, agar seluruh jasad korban hilang dapat segera ditemukan selamat.
Petugas KN Kunyit memasang pelampung penanda navigasi Wreck Mark Buoy, sehingga lokasi persis kerangka kapal terpetakan jelas. Pemasangan fasilitas penanda keselamatan pelayaran rampung pada Kamis sore, yang mana empat pelampung tambahan mempermudah jalur evakuasi. Penyelam profesional mulai menyelam ke dasar laut perairan Banjarmasin, karena posisi kerangka kapal sudah ditandai sangat akurat.
Peran Armada Navigasi Pada Pencarian Korban KMP
Kepala Distrik Navigasi Banjarmasin Hary Bowo Seno Putro menegaskan komitmen, karena pihak pelayaran mengawal penuh proses evakuasi. Petugas menyebarkan informasi keselamatan Notice to Mariners bagi kapal sekitar lokasi, agar alur pelayaran masyarakat tetap terjaga aman. Koordinasi ketat antarlembaga memperlancar jalannya operasi penyelaman di laut, sehingga pencarian korban kmp berjalan semakin optimal. Penandaan lokasi membantu tim gabungan mendeteksi posisi kapal di dasar laut, guna mempermudah pemetaan lokasi penyelaman korban.
“KN Kunyit telah melakukan penandaan kerangka KMP Virgo Transport 8 dengan Wreck Mark Buoy dan penandaan sementara di sekitar lokasi.”
Ujar Hary.
Penyisiran Area Dan Kesiapan Tim Penyelam
Kepala Pangkalan Tanjung Perak Capt Rusmanu mengerahkan kapal KN Grantin P. 211, yang mana armada memperkuat area penyisiran. Tim penyelam berpengalaman menyiapkan peralatan medis oksigen dan perlengkapan khusus, guna menjangkau bangkai kapal di kedalaman laut. Pihak pangkalan terus mendampingi pencarian di perairan lokasi kejadian, agar seluruh proses penanganan berjalan lancar.
“KN Grantin P. 211 melakukan penyisiran dan pengamatan untuk mencari korban di daerah kejadian. Kami terus mendukung upaya Tim SAR Gabungan dan berharap proses pencarian dapat berjalan lancar.”
Ujar Rusmanu.
Evakuasi Korban Dan Data Manifes Penumpang
Tim SAR mengonfirmasi total 117 orang dari 243 manifes telah ditemukan, sehingga 126 korban masih terus dicari. Sebanyak 108 penumpang berhasil dievakuasi selamat dari perairan laut, yang mana 9 korban lainnya ditemukan meninggal dunia. Pemerintah menyiapkan 2 unit reefer container di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin, guna mendukung proses identifikasi autopsi jenazah. PT Meratus Line menyuplai peti kemas pendingin tambahan pada kapal navigasi, agar proses transfer korban berjalan lancar.
Rencana Pengangkatan Bangkai Dan Operasi Pencarian Korban KMP
Pemangku kepentingan menggelar rapat teknis bersama perusahaan bawah air, guna menganalisis hasil survei kondisi fisik kerangka kapal. Tim ahli menyiapkan prosedur teknis pengangkatan badan kapal dari dasar laut, karena struktur bangkai menghambat navigasi perairan.
Investigasi Komite Keselamatan Dan Pendampingan
Komite Nasional Keselamatan Transportasi mengusut penyebab pasti musibah kapal, sehingga proses investigasi teknis berjalan secara akuntabel. Kementerian Perhubungan menjamin penyaluran santunan asuransi bagi seluruh korban, agar beban finansial keluarga terdampak dapat diringankan.
Komitmen Layanan Hak Keluarga Korban
Pemerintah mendampingi keluarga penumpang melalui pusat layanan informasi resmi, guna memberikan kepastian data evakuasi harian di lapangan. Layanan psikososial bergerak aktif memulihkan trauma mental keluarga korban, karena duka mendalam melanda para kerabat di posko. Petugas mempercepat pencairan dana santunan dari pihak asuransi pelayaran, agar hak finansial keluarga dapat terpenuhi cepat.
Sinergi lintas lembaga memperkuat efisiensi operasi kemanusiaan di Laut Jawa, sehingga proses pencarian berjalan cepat dan terukur. Pemerintah terus mengawal seluruh tahapan evakuasi hingga pemulihan pascabencana, agar kedaulatan keselamatan transportasi maritim tetap terjaga. Mari kita kawal bersama penanganan musibah laut ini secara penuh, demi mewujudkan standar keselamatan pelayaran Indonesia.

Leave a Reply