Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberangkatkan 44 marbot masjid untuk menunaikan umrah sebagai penghargaan atas pengabdian mereka. Program tersebut melibatkan 2 pendamping dan 2 juara Musabaqah Tilawatil Quran Nasional ke-31, sehingga total peserta mencapai 48 orang. Penghargaan ini menyoroti peran marbot menjaga kebersihan, menyiapkan fasilitas ibadah, serta memastikan kegiatan keagamaan berlangsung tertib setiap hari. Pada kesempatan yang sama, Pemprov DKI menyerahkan 125 unit sound system untuk memperkuat fasilitas suara masjid ibu kota.
Bantuan tersebut bernilai Rp40 juta per unit, sehingga total alokasinya mencapai Rp5 miliar untuk 125 perangkat. Pemerintah daerah menyalurkan dukungan itu untuk menunjang pengeras suara ketika masjid menyelenggarakan salat berjemaah, pengajian, dan agenda keagamaan lainnya. Pemberangkatan tersebut mengapresiasi petugas masjid, sementara bantuan perangkat menyasar kebutuhan teknis untuk mendukung kegiatan jamaah.
Marbot Masjid Diapresiasi atas Pengabdian Keagamaan
Gubernur Pramono Anung menyebut kontribusi marbot dan masyarakat ikut menopang kehidupan keagamaan, sekaligus mendukung pembangunan manusia di Jakarta. Ia mengaitkan peran tersebut dengan Indeks Pembangunan Manusia Jakarta yang tercatat 85,05 dan disebutnya tertinggi secara nasional. Menurut Pramono, capaian itu tidak berdiri sendiri, melainkan mencerminkan sumbangan lapisan warga dalam menjalankan aktivitas sosial dan keagamaan. Pemerintah Provinsi DKI memosisikan apresiasi ini sebagai pengakuan terhadap pengabdian yang kerap berlangsung di balik kegiatan rumah ibadah.
Keberangkatan Mencakup Perwakilan 44 Kecamatan
Para marbot mewakili 44 kecamatan di Jakarta, sehingga program tersebut menjangkau pengelola masjid dari berbagai kawasan ibu kota. 2 pemenang MTQ Nasional ke-31 di Semarang juga menerima kesempatan umrah sebagai penghargaan atas prestasi tilawah. 2 pendamping turut menyertai rombongan tersebut, sehingga jumlah penerima umrah mencapai 48 orang dalam program apresiasi Pemprov DKI.
Bantuan Sound System Perkuat Sarana Masjid
Selain memberi kesempatan beribadah ke Tanah Suci, Pemprov DKI menyalurkan 125 perangkat tata suara untuk mendukung kebutuhan masjid. Setiap perangkat bernilai Rp40 juta dan membantu masjid memperjelas penyampaian informasi serta menunjang kegiatan ibadah berjemaah. Jika dihitung dari 125 unit, nilai bantuan mencapai Rp5 miliar dan menjangkau masjid di berbagai wilayah Jakarta. Penyerahan bantuan melengkapi program penghargaan, dengan fokus pada penguatan fasilitas yang digunakan masyarakat dalam menjalankan kegiatan keagamaan.
Marbot Masjid Berkontribusi pada Kehidupan Ibu Kota
Pramono menilai pengabdian marbot menjadi bagian dari kontribusi masyarakat dalam menjaga kehidupan keagamaan di ibu kota. Ia menyebut IPM Jakarta mencapai 85,05, lalu mengaitkannya dengan partisipasi masyarakat, termasuk para pengelola masjid. Pernyataan itu menempatkan marbot sebagai unsur sosial dengan peran yang tidak hanya berkutat pada urusan teknis masjid.
Penghargaan untuk Penggerak Kehidupan Masjid
Melalui program ini, Pemprov DKI mengakui petugas yang menjaga kesiapan ruang ibadah dan kelancaran kegiatan warga. Pemberangkatan umrah dan dukungan perangkat tata suara menjadi 2 bentuk intervensi yang menyasar penghargaan individu serta kebutuhan fasilitas bersama. Bantuan itu juga memperlihatkan perhatian pemerintah daerah terhadap unsur pelayanan keagamaan, bukan semata penyediaan infrastruktur fisik perkotaan.
Pemprov DKI Tekankan Kontribusi Semua Lapisan
Pramono menyampaikan ucapan terima kasih kepada para marbot atas kontribusi mereka terhadap kehidupan keagamaan di Jakarta. Ia menautkan peran warga dengan catatan IPM 85,05, sekaligus menegaskan bahwa pembangunan manusia melibatkan berbagai unsur masyarakat.
Pramono menegaskan kontribusi lintas lapisan masyarakat melalui pernyataan singkat: “Itu menandakan pasti kontribusi dari semua lapisan,” ujar Pramono.
Pernyataan tersebut disampaikan Pramono dalam tayangan Metro Siang Metro TV pada Rabu, 21 Oktober 2026.
Rangkaian kebijakan itu menggabungkan penghargaan atas pengabdian, penguatan fasilitas, dan pengakuan peran masyarakat dalam kehidupan kota. Dengan 48 peserta umrah serta 125 perangkat tata suara, Pemprov DKI mendukung individu dan komunitas masjid secara bersamaan. Program menempatkan marbot, peserta MTQ, dan pengelola masjid dalam 1 agenda dukungan bagi kegiatan keagamaan di Jakarta.

Leave a Reply