Peringatan Sumpah Pemuda pada 2026 kembali mengingatkan bangsa bahwa persatuan membutuhkan tindakan nyata, bukan sekadar seremoni tahunan. Momentum bersejarah tersebut dinilai perlu menjadi ruang refleksi sekaligus konsolidasi bagi seluruh unsur pemuda di berbagai daerah. Melalui gerakan bersama, pemuda dapat memperkuat solidaritas, merawat persatuan, serta mengubah nilai kebangsaan menjadi agenda pembangunan yang berdampak. Ketua Umum PB HMI MPO, Handy Muharam Nataprawira, menyampaikan pandangan tersebut melalui keterangan tertulis pada Jumat, 30 Oktober 2026.
Menurut Handy, perubahan zaman dan tekanan global menuntut Indonesia memperbarui pendekatan dalam tata kelola pemerintahan serta pembangunan nasional. Salah satu agenda strategis yang perlu dipercepat ialah digitalisasi pemerintahan melalui penerapan sistem satu data secara menyeluruh. Pendekatan tersebut dinilai dapat memperkuat dasar pengambilan keputusan, sekaligus menyatukan informasi lintas sektor dalam kerangka kebijakan publik.
Sumpah Pemuda dan Agenda Satu Data Nasional
Sistem satu data dipandang sebagai fondasi penting untuk membangun pengelolaan informasi yang terintegrasi, akurat, transparan, serta akuntabel. Ketika instansi mengacu pada data terpadu, pemerintah berpeluang menyusun program berdasarkan kebutuhan masyarakat yang terukur dan terpetakan. Ketersediaan informasi yang konsisten juga dapat membantu penyaluran bantuan sosial, sehingga risiko salah sasaran berpotensi ditekan. Manfaat serupa mencakup pemerataan pendidikan, peningkatan layanan kesehatan, penguatan ketahanan pangan, hingga percepatan pembangunan ekonomi nasional secara berkelanjutan.
Kolaborasi Lintas Sektor Menjadi Kunci
Handy mendorong pemerintah, masyarakat sipil, perguruan tinggi, dan generasi muda terlibat aktif dalam agenda digitalisasi berbasis satu data. Kolaborasi tersebut diperlukan agar penyatuan informasi tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur, tetapi menghasilkan perubahan layanan yang dirasakan publik. Keterlibatan kampus dan komunitas juga dapat memperluas literasi digital, mengawal akurasi data, serta menjembatani kebutuhan warga.
Transformasi Digital Harus Menjaga Hak Warga
Handy mengingatkan bahwa transformasi digital tidak sekadar menghadirkan perangkat teknologi, melainkan menuntut pembenahan sistem pemerintahan secara menyeluruh. Pembaruan tata kelola harus mendorong birokrasi lebih efektif, memperluas partisipasi, dan memastikan pelayanan publik berjalan inklusif. Namun, integrasi informasi perlu disertai perlindungan data pribadi dan pengamanan sistem dari penyalahgunaan maupun kebocoran. Pemerintah juga perlu memperhatikan kesenjangan akses agar masyarakat di wilayah berbeda memperoleh manfaat transformasi secara setara.
“Penguatan sistem satu data harus tetap memperhatikan perlindungan data pribadi, keamanan informasi,” ucap Handy Muharam Nataprawira.
Sumpah Pemuda dalam Semangat Inklusivitas Digital
Pada peringatan 98 tahun Sumpah Pemuda, Handy mengajak seluruh elemen bangsa kembali merawat persatuan melalui kerja kolektif. Ajakan itu menempatkan generasi muda bukan hanya sebagai penerus sejarah, melainkan penggerak kolaborasi dalam menjawab persoalan nasional. Semangat kebangsaan, menurutnya, perlu diterjemahkan melalui partisipasi, kepedulian sosial, dan keberanian menghadirkan gagasan yang solutif.
Persatuan Melampaui Simbol Kebangsaan
Persatuan Indonesia tidak cukup bertumpu pada kesamaan identitas, lambang negara, maupun peringatan seremonial yang berlangsung setiap tahun. Nilai tersebut perlu tumbuh menjadi kesamaan visi, kolaborasi lintas kelompok, serta kesediaan mendengar kebutuhan masyarakat di berbagai lapisan. Dengan cara itu, semangat kebangsaan dapat terlihat melalui solusi konkret, bukan sebatas slogan yang diulang dalam pidato.
Pemuda dan Fondasi Menuju Indonesia Emas
Handy meyakini perpaduan semangat Sumpah Pemuda dan sistem satu data dapat menopang agenda menuju Indonesia Emas. Integrasi data berpotensi membantu pemerintah membaca kebutuhan publik, mengukur pelaksanaan program, dan mengevaluasi hasil pembangunan secara lebih objektif. Sementara itu, pemuda dapat berkontribusi melalui pengawasan sosial, pengembangan inovasi, serta penyebaran literasi digital yang bertanggung jawab. Kemajuan teknologi, dengan demikian, perlu berjalan seiring pemerataan kesempatan, penghormatan hak warga, dan penguatan solidaritas nasional.
“Pemuda harus mengambil peran sebagai kekuatan moral, intelektual, sekaligus kekuatan perubahan,” ujar Handy Muharam Nataprawira.
Handy menegaskan pemuda harus hadir sebagai kekuatan moral, intelektual, sekaligus motor perubahan dalam kehidupan berbangsa. Peran itu menuntut keberanian menjaga persatuan, mengawal kebijakan, dan memastikan pembangunan memberi manfaat luas bagi seluruh rakyat. Melalui kolaborasi dan tata kelola berbasis data, generasi muda diharapkan ikut mengarahkan Indonesia menuju masa depan berdaulat, adil, sejahtera.

Leave a Reply