Ketahanan Energi Indonesia Kuat Menurut Penilaian JP Morgan

Anggota Komisi XII DPR RI, Dewi Yustisiana, mengatakan bahwa ketahanan energi Indonesia sangat kuat dan mampu bertahan dengan baik didunia. Ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki daya tahan yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan energi di kancah internasional. Hal itu tercermin dalam penilaian lembaga keuangan internasional JP Morgan.

“Ini merupakan pencapaian pemerintah menjaga stabilitas energi nasional di tengah dinamika global yang tidak menentu,” ujar Dewi melalui keterangan tertulis, Sabtu, 25 April 2026.

Anggota Fraksi Partai Golkar tersebut juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia. Karena Dianggap sangat konsisten dan berdedikasi dalam mengawal serta menjalankan berbagai kebijakan penting di sektor energi.

Komitmen dan kerja keras beliau dalam memastikan keberlangsungan dan kemajuan sektor energi mendapatkan pengakuan positif dari berbagai pihak. Baik dalam menjaga pasokan maupun memastikan kebijakan harga energi tetap berpihak kepada masyarakat.

Namun, ia tegas mengingatkan bahwa ketergantungan tinggi pada impor (BBM) masih menjadi tantangan struktural signifikan yang butuh perhatian serius. Tantangan ini perlu diselesaikan secara bertahap dan berkelanjutan melalui berbagai upaya strategis, seperti penguatan sektor (migas). Peningkatan kapasitas kilang yang ada di dalam negeri, serta percepatan proses hilirisasi energi agar dapat menghasilkan produk-produk bernilai tambah yang lebih tinggi dan mengurangi ketergantungan pada impor BBM.

Indonesia Negara Kuat soal Ketahanan Energi

“Ke depan, penguatan ketahanan energi harus terus dilakukan melalui diversifikasi sumber pasokan dan percepatan transisi energi, sehingga Indonesia tidak hanya tangguh dalam jangka pendek, tetapi juga mandiri dan berkelanjutan dalam jangka panjang,” tutup legislator asal daerah pemilihan Sumsel II itu.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut laporan JP Morgan Asset Management menempatkan Indonesia sebagai negara paling kuat menghadapi guncangan energi. Merupakan cerminan nyata dari ketahanan energi nasional yang telah dibangun dengan baik.

Menurutnya, posisi tersebut menunjukkan kekuatan dan kesiapan Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan di sektor energi secara nasional. Laporan terbaru EOTM berjudul Pandora’s Bog: The Global Energy Shock of 2026, resmi dirilis pada 21 Maret 2026. Menempatkan Indonesia pada posisi kedua sebagai negara yang paling tangguh dalam menghadapi berbagai gejolak energi yang terjadi secara global.

Pemerintah Tetap Konsisten

Menko Airlangga menyatakan bahwa temuan tersebut secara tegas mengafirmasi dan memperkuat arah kebijakan ketahanan energi yang selama ini dijalankan oleh pemerintah dengan penuh konsistensi dan keberlanjutan. Meskipun menghadapi banyak tantangan geopolitik yang rumit dan harga energi yang sering berubah di pasar global yang semakin kompetitif.

“Hasil ini bukan sekadar apresiasi atas kondisi saat ini, melainkan validasi atas pilihan kebijakan jangka panjang pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara pemanfaatan sumber energi domestik dan akselerasi transisi energi,” kata dia, Jumat, 24 April 2026.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *