Dinkes Cirebon: Vaksinasi Campak di Zona KLB Capai 95%

Dinkes Cirebon Jawa Barat, sedang memperluas dan mempercepat vaksinasi massal untuk mengendalikan lonjakan kasus campak. Vaksinasi ini fokus di empat kecamatan yang ditetapkan sebagai zona Kejadian Luar Biasa (KLB) karena tingginya kasus campak di sana.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Eni Suhaeni, mengatakan bahwa mereka sudah aktif melakukan vaksinasi massal lewat program khusus bernama catch up campaign (CUC). Cara ini fokus pada anak-anak usia 9 sampai 59 bulan agar mereka mendapat vaksin yang cukup dan meningkatkan kekebalan kelompok di daerah tersebut.

“Capaian vaksinasi CUC saat ini sudah mencapai 95 persen, dan ini menjadi modal penting untuk membentuk kekebalan kelompok,” ujarnya, dilansir dari Antara, Kamis, 30 April 2026. 

Program Penanggulangan Campak

Program ini dibuat untuk mengejar ketertinggalan dalam cakupan imunisasi dasar yang belum optimal. Selain itu, program ini bertujuan meningkatkan perlindungan masyarakat dari risiko penularan penyakit campak yang masih menjadi ancaman serius. Jadi, program ini fokus tidak hanya pada menambah jumlah anak yang mendapatkan imunisasi dasar, tetapi juga memperkuat upaya mencegah penyebaran campak di masyarakat.

Ia mengatakan langkah intervensi difokuskan pada wilayah dengan kasus terbanyak agar penyebaran tidak meluas. Misalnya, empat kecamatan zona KLB yaitu Mundu, Sumber, Ciwaringin, dan Greged. Pihaknya mencatat sampai minggu ke-15 tahun 2026, di Kecamatan Greged dan Ciwaringin ditemukan 33 kasus suspek masing-masing. Dari jumlah itu, tujuh dan sembilan kasus terkonfirmasi positif.

“Untuk Kecamatan Mundu mencatat 29 kasus suspek dengan dua kasus positif, sedangkan Kecamatan Sumber terdapat 24 kasus suspek dengan lima kasus positif,” ungkapnya.

Eni mengatakan sampai sekarang belum ada laporan resmi tentang kematian akibat penyakit campak di Kabupaten Cirebon. Namun, pihak terkait terus memantau dengan ketat untuk memastikan situasi tetap aman dan tidak terjadi masalah. Pemantauan ini dilakukan terus-menerus untuk menjaga kesehatan masyarakat di daerah tersebut.

Program ORI Dilakukan Menyeluruh

Selain itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) telah membuat program khusus bernama Outbreak Response Immunization (ORI). Program ini ditujukan untuk menjangkau kelompok usia yang lebih luas daripada sebelumnya. Sasaran utama ORI adalah anak-anak dari usia sembilan bulan sampai 13 tahun. Dengan cakupan usia yang lebih besar, program ini diharapkan bisa memberikan perlindungan yang lebih baik dan efektif melawan wabah penyakit.

Ia menambahkan, ada tujuh kecamatan lain di Cirebon yang akan melakukan ORI sebagai langkah pencegahan. Langkah ini diambil karena mobilitas warga tinggi dan capaian imunisasi campak-rubella masih di bawah 80 persen dalam lima tahun terakhir.

“Kami ingin memastikan seluruh anak mendapatkan perlindungan optimal. ORI ini menjadi langkah lanjutan agar penularan bisa ditekan semaksimal mungkin,” ucap dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *