Masyarakat Baduy Jaga Kelestarian Alam dan Hutan Ulayat

Masyarakat Baduy yang tinggal di pedalaman Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, tetap menjaga dan merawat lingkungan sekitar mereka dengan baik. Mereka menjalankan tradisi dan aturan adat yang ketat untuk mencegah bencana ekologis yang bisa merusak ekosistem di daerah itu. Upaya ini juga bertujuan melindungi keselamatan orang yang tinggal di daerah tersebut agar terhindar dari ancaman akibat kerusakan lingkungan.

“Sejak dulu hingga sekarang kita menjaga alam dan hutan tutupan untuk kelanjutan kehidupan manusia,” kata Tetua Adat BaduyTangtu Tanggungan 12, Saidi Yunior, dalam keterangan perayaan Seba 2026 di Rangkasbitung, Lebak, Jumat, 24 April 2026.

Menurut dia, kawasan hak tanah ulayat Baduy seluas 5.200 hektare sangat penting diProvinsi Banten karena menjadi sumber banyak aliran sungai. Oleh karena itu, kawasan hak tanah ulayat adat ini harus dijaga dengan sangat baik, dipelihara kelestariannya, serta dipastikan tetap hijau. Hal ini penting agar air disungai tetap bersih dan jernih, sehingga memberikan manfaat yang baik bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.

Kondisi Alam Yang Mulai Rusak

Demikian juga kondisi habitat alam hutan larangan atau hutan tutupan yang tetap terjaga kehijauannya dan tidak mengalami kerusakan sama sekali. Hal ini penting karena jika kawasan alam dan hutan rusak, akan terjadi bencana ekologis yang serius. Bahkan, dampak dari bencana tersebut kemungkinan besar dapat menimbulkan kerusakan yang meluas hingga ke wilayah Banten dan sekitarnya.

Masyarakat Baduy secara aktif merawat 47 gunung diProvinsi Banten agar tidak rusak atau menjadi kawasan industri yang bisa merusak lingkungan. Hal ini dilakukan demi menjaga keseimbangan dan kelangsungan kehidupan manusia serta alam di dunia.

Karena jika gunung-gunung tersebut rusak, kemampuan mereka menyerap air akan berkurang banyak. Hal ini bisa menyebabkan krisis air bersih yang parah dan meningkatkan risiko bencana alam yang merugikan banyak orang.

“Kita sebagai masyarakat adat diberikan amanah leluhur untuk menjaganya agar alam dan hutan tetap hijau dan memberikan kehidupan bagi manusia, terlebih Baduy merupakan kawasan hulu Banten,” kata Saidi.

Masyarakat Baduy Patut di Apresiasi

Bupati Lebak, Mochamad Hasbi Asyidiki, mengatakan masyarakat Baduy patut diapresiasi karena menjaga keseimbangan alam, sehingga dapat mencegah potensi bencana alam. Masyarakat Baduy sangat penting perannya dalam menjaga alam, sebab kerusakan hutan dan alam berdampak pada rusaknya habitat serta ekosistem binatang dan manusia.

“Kami sebagai aparat pemerintah tentu melindungi semua alam dan hutan agar tidak dijadikan pertambangan, karena berdampak terhadap kehidupan manusia,” kata Hasbi, Jumat, 24 April 2026.

Sementara itu, Kepala Desa Kanekes, Lebak, Jaro Oom, mengatakan perayaan Seba 2026 dihadiri 1.525 orang yang terdiri dari warga Baduy Luar dan Baduy Dalam untuk mengunjungi Bupati Lebak, Mochamad Hasbi Asyidiki, dan Gubernur Banten, Andra Soni, pada hari Sabtu.

“Kami berharap ritual perayaan Seba berjalan lancar dan kembali ke permukiman hak ulayat adat dengan selamat,” katanya menjelaskan, Sabtu, 25 April 2026.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *